kebetulan…

Assalamu`alaikum wr wb

Sering kita berpikir bahwa banyak yang terjadi dalam kehidupan kita adalah sebuah kebetulan. Atau, mungkin ungkapan seperti “Ah, Cuma kebetulan lewat aja kok”. Percayakah bahwa semuanya kebetulan. Jika sebuah proses itu adalah sebuah kebetulan maka alangkah malangnya nasib kita sebagai seorang manusia yang di lahirkan hanya dari sebuah proses kebetulan.

Permasalahan yang paling mendasar sekarang adalah mengapa kita selalu tenggelam dalam sebuah pemahaman yang hanya kebetulan. Islam itu adalah pilihan bukanlah sebuah kebetulan. Sebuah pilihan sudah seyogyanya dipilih bukan di dasari oleh faktor keberuntungan semata. Karena keberuntungan itu runut masalahnya adalah keyakinan. Jika kita yakin kita akan beruntung dijalan Allah, maka keberuntungan itu akan kita dapatkan. Bukan sebuah kebetulan.

Dilematis memang, saat kita mempertanyakan kejadian yang menimpa kehidupan kita dan faktor keislaman dalam diri kita. Saat kita mempertanyakan semuanya tak jarang kita akan menjawab bahwa kita menjadi islam dan keadaan seperti ini adalah sebuah kebetulan. Sejak kapan orang masuk syurga adalah sebuah kebetulan dan sejak kapan orang masuk neraka adalah sebuah kebetulan.

Pertemuan kita dengan islam itu adalah sebuah aturan yang pada dasarnya telah ditetapkan. Walaupun ia akan tetap mengikuti kemauan terpendam kita. Mungkin, penjelasan akan hal ini bisa anda dapati dalam buku-buku yang menjelaskan mengenai masalah Takdir dan Nasib. Kembali kepermasalahan kebetulan. Penjelasan yang sangat mendasar disini adalah adanya firman Allah yang menyatakan bahwa ”Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. Lantas jika demikian masihkah kita berpikir bahwa segala sesuatu yang menimpa kita adalah sebuah kebetulan.

Biasanya, orang yang suka mengatakan bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah sebuah kebetulan adalah orang yang suka menafikkan kondisi yang ia alami. Atau, bisa jadi ia lupa bahwa ada Allah yang menetapkan segalanya. Bukan dalam paham sufisme tentunya. Tapi lebih bagaimana kita menyikapi segala sesuatu yang tiba-tiba muncul. Dalam masalah rezeki Allah juga sudah menjelaskan bahwa orang yang pintar bersyukur akan datang rezeki padanya dari arah yang tak disangka-sangka. Bukan datang secara kebetulan.

Andaikata anda belajar dengan giat lalu anda mendapatkan juara pertama, apakah itu berarti sebuah kebetulan? Anda pintar dan paham agama nilai-nilai islam dan pada akhir cerita anda husnul khatimah, apakah itu sebuah kebetulan? Pernahkah kita berpikir dan merenunginya secara seksama dan mendalam. Melihat segala aspek lebih jauh. Melihat kesisi al quran dan segala yang ada padanya. Kita sudah terlalu jauh kepada al quran sehingga menyangka bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan. Ataukah mungkin, kita memang sudah lupa bahwa ada Allah yang maha segalanya. Benarkah?

Wallahu`alam

wassalamu`alaikum wr wb

~ oleh maharaniku di/pada 6, Juli, 2008.

Tinggalkan Balasan